Empat Mobil Ikonik yang Disuntik Mati di Indonesia: Kenapa Dihentikan dan Apa Dampaknya?
Diperbarui : 2 minggu yang lalu
By : Adrie Saputra
Bolimboil.com — Periode 2025–2026 menjadi fase penting bagi industri otomotif Indonesia. Sejumlah mobil bermesin bensin yang sebelumnya cukup populer kini resmi menghilang dari daftar produksi dan penjualan pabrikan. Fenomena yang kerap disebut disuntik mati ini bukan terjadi tanpa alasan.
Perubahan strategi global, tekanan regulasi emisi, serta pergeseran minat konsumen ke kendaraan yang lebih efisien menjadi faktor utama. Berikut empat mobil yang produksinya telah dihentikan di Indonesia, lengkap dengan alasan dan dampaknya bagi pasar.
Honda HR-V Turbo Dihentikan, Era Hybrid Dimulai
Honda HR-V Turbo sempat menjadi andalan di segmen SUV kompak berkat mesin turbo yang bertenaga dan karakter berkendara sporty. Namun memasuki 2025, Honda mengambil langkah strategis dengan menghentikan produksi varian Turbo di Indonesia.
Sebagai gantinya, Honda memusatkan perhatian pada HR-V e:HEV (hybrid) yang menawarkan efisiensi bahan bakar lebih baik serta emisi yang lebih rendah. Unit HR-V Turbo yang masih tersedia di dealer saat ini merupakan stok terakhir, bukan hasil produksi baru.
Langkah ini menegaskan arah Honda yang semakin serius menggarap teknologi ramah lingkungan di pasar domestik.
Chery Tiggo 5X Tak Lagi Dijual, Fokus ke Model Lebih Kompetitif
Chery Tiggo 5X sempat meramaikan segmen SUV entry-level dengan desain modern dan harga kompetitif. Namun sejak Maret 2025, model ini tidak lagi tercantum di situs resmi Chery Indonesia, menandakan penghentian penjualan secara nasional.
Chery kini mengalihkan fokus ke Chery Tiggo Cross, model yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan pasar dan memiliki daya saing lebih kuat. Penyederhanaan lini produk ini dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih antar model di segmen yang sama.
Suzuki Baleno Hatchback Resmi Pamit dari Indonesia
Nama Suzuki Baleno Hatchback cukup lama melekat di pasar Indonesia sebagai hatchback berdesain modern dengan kabin lega. Namun sejak awal 2025, Baleno tidak lagi dikirim ke dealer dan telah dihapus dari kanal resmi Suzuki Indonesia.
Meski penjualannya masih mencatat angka ribuan unit, Suzuki memilih mengalihkan sumber daya ke model lain yang dinilai lebih relevan dengan tren pasar, seperti Suzuki Fronx yang diproduksi secara lokal.
Keputusan ini mencerminkan fokus Suzuki pada efisiensi produksi dan model dengan potensi volume lebih besar.
Toyota Veloz Bensin Disetop, Digantikan Varian Hybrid
Toyota Veloz dikenal luas sebagai MPV keluarga yang nyaman dan modern. Namun kini, varian Toyota Veloz bermesin bensin non-hybrid resmi dihentikan produksinya di Indonesia.
Toyota menggantikannya dengan Toyota Veloz Hybrid, yang diperkenalkan sebagai bagian dari strategi elektrifikasi Toyota di Tanah Air. Konsumen yang masih menginginkan MPV bensin konvensional tetap diarahkan ke Toyota Avanza, yang posisinya kini lebih jelas dalam struktur produk Toyota.
Baca juga : DP Mobil Kecil atau Besar? Ini Dampaknya ke Cicilan dan Total Biaya
Kenapa Banyak Mobil Disuntik Mati di Indonesia?
Penghentian produksi mobil-mobil ini tidak semata karena penjualan menurun. Beberapa faktor utama yang melatarbelakanginya antara lain:
- Pergeseran tren global ke kendaraan hybrid dan elektrifikasi
- Tuntutan efisiensi bahan bakar dan emisi yang semakin ketat
- Strategi penyederhanaan model agar tidak terjadi kanibalisasi
- Perubahan preferensi konsumen yang lebih sadar biaya operasional
Dampaknya bagi Konsumen dan Pasar Mobil Bekas
Bagi konsumen, mobil yang disuntik mati memiliki dua sisi yang perlu dipertimbangkan:
- Harga unit baru sisa stok biasanya lebih kompetitif karena dealer menghabiskan persediaan
- Nilai jual kembali berpotensi turun lebih cepat akibat sentimen model lama
- Purna jual relatif aman, karena pabrikan tetap menyediakan suku cadang dan layanan
Kesimpulan
Honda HR-V Turbo, Chery Tiggo 5X, Suzuki Baleno Hatchback, dan Toyota Veloz bensin kini resmi tidak lagi diproduksi atau dijual di Indonesia. Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa industri otomotif nasional sedang bergerak menuju era hybrid dan elektrifikasi.
Bagi calon pembeli, momen ini bisa menjadi peluang berburu harga menarik atau justru waktu yang tepat untuk mulai melirik teknologi kendaraan masa depan.
Categories
- 11
- 0
- 2
- 17
- 3
- 1
- 5
- 1
- 1
- 1
- 1
- 2
- 1
- 4